Spesifikasi Dari Flow meter LC Dan Jenisnya

Begitu banyaknya type flow meter maka wajib dilakukan penentuan type flow meter, agar target pemasangan flowmeter cocok bersama permintaan kita ataupun cocok bersama disain. Untuk flow meter Air yang manfaatkan type electromagnetic juga mempunyai karakteristik berbeda.

 

Karena spesifikasi flow meter LC yang di manfaatkan sesuai bersama type cairan. Untuk air sungai, air limbah tambang, air limbah chemical maupun air laut mempunyai karakteristik berbeda. Pada masalah ini type electromagnetic flow meter yang digunakan juga tidak sama spesifikasi bahanya, terlebih type bahan liner, type bahan electroda serta flow tube wajib sesuai bersama type airnya.

 

Dari deskripsi diatas Flow meter mempunyai manfaat untuk :

 

-Mengetahui Kecepatan ALiran ( Velocity) bersama satuan jarak/waktu
-Satuan unit pengukuran : (meter/menit, meters/detik dll
-Mengetahui Kapasitas Aliran ( Flow Rate ) didalam pipa
-Satuan unit pengukuran : (LPS, LPM, LPH, M3/H, M3/Menit, GPM, GPH dll
-Mengetahui Jumlah Total Volume yang udah mengalir ( Totalizer)
-Satuan Unit : m3, liters, gallon dll

Control atau monitor bersama ada output berbentuk analog out put : 4-20mA, pulsa, RS485, relay contact dan lainya.

Parameter Pemilihan Jenis Flow meter

Ada banyak type flow meter serta type flowmeter yang wajib di sesuaiakan bersama type cairan, type pipa, target pemasangan flow meter serta lainy, gara-gara itu wajib lebih dari satu wejangan didalam memilih type flow meter. Berikut ini tersedia wejangan dasar bagi enginner untuk memilih type maupun type flow meter yakni :

-Jenis Fluida ( water, oil, chemical, fuel, gas, dll)
-Ukuran Pipa ( DN8 – DN3000 )
-Besaraan akurasi yang menginginkan dicapai
-Max dan min Working Pressure ( bars )
-Temperature Max
-Max dan min Flow
-Satuan pengukuran ( GPM, LPM, LPH dll)
-Sistem Installasi
-horizontal, vertical
-In Line, Insertion , Clamp on

Lokasi Installasi

-Integral/compact atau Remote/splite
in door, Out door, Water Proof, Explosion proof
-Material Flow Meter ( CS, SUS, PVC, dan seterusnya )
-Bahan Material
-Terdapat liner atau tidak di sisi didalam pipa
-Standart coneksi ( JIS, DIN, ANSI )
-Jenis Aliran ( bertekanan, gravity , open channel )
-Tujuan pemasangan flow meter
-Mengetahui volume
-Mengetahui flow rate
-Untuk proses control ( analog out put 4-20 mA, pulsa, RS485 dll)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *