Si Kecil Tidur Kok Keringatan

pascal-edu.com – Belum lama berselang, forum diskusi kesehatan di dunia maya diramaikan oleh diskusi tentang keringat pada anak saat tidur. “… jika usai bergerak aktif lantas berkeringat, itu wajar. Begitu juga kalau tidurnya di kamar yang panas. Tapi ini, tidur di kamar yang sejuk, nyaman, namun si kecil tetap berkeringat.

Kenapa ya?” Tulisan seorang ibu di sebuah forum kesehatan itu pun mendapat banyak tanggapan. Rupanya, tidak sedikit orangtua yang memiliki kasus sama. Terkait dengan ini, dr. Marini Sartika Dewi, MSiMed, SpA (pediatrician dan konselor Laktasi-MPASI), yang praktik di Moeslichan Clinic Cipete dan Brawijaya Women And Children Hospital Jakarta Selatan. Berikut petikan wawancaranya: Bisa dijelaskan mengenai proses terjadi dan keluarnya keringat pada anak, Dok?

Begini, di dalam tubuh manusia, juga anak, terdapat kelenjar keringat yang jumlahnya mencapai 4 juta. Jadi, kelenjar keringat ada di seluruh tubuh. Untuk diketahui, ada tiga jenis kelenjar keringat, yaitu: eccrine, apocrine, dan apoeccrine.

Dari ketiganya ini, kelenjar ecrrine-lah yang paling banyak, jumlahnya mencapai 3 juta. Kelenjar ini lebih banyak terdapat di telapak kaki, telapak tangan, dahi, dan pipi. Ecrrine inilah yang membantu regulasi temperatur tubuh dengan membuang panas melalui evaporasi/penguapan. Kenapa tubuh mengeluarkan keringat?

Berkeringat merupakan aktivitas tubuh demi mempertahankan suhu tubuh agar dalam kondisi normal. Bekeringat juga membuang 5—10% sisa metabolisme tubuh. Pada kondisi yang normal, keringat bisa keluar sebanyak 500 cc tiap jam. Jumlah ini akan berkurang atau bertambah jika: suhu lingkungan tinggi, terjadi gangguan dalam penyerapan air pada ginjal (penyakit gagal ginjal), aktivitas tubuh yang meningkat, dan beberapa faktor lainnya.

Jika demikian, kenapa ada anak yang berkeringat padahal dia sedang tidur di tempat ber-AC dan tidak sehabis bergerak aktif? Kondisi ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Kita perlu memahami bahwa keringat yang keluar secara berlebihan sebenarnya masih wajar, dengan catatan: pertumbuhan dan perkembangan anak baik, nafsu makan baik, porsi tidur cukup sesuai usia, pertumbuhan fisik dan kecerdasannya tidak mengalami keterlambatan atau gangguan.

Jadi orangtua tak perlu khawatir? Dalam kasus seperti ini, anak bisa masuk dalam kelompok hyperhidrosis alias keringat berlebih. Namun bila ada keluhan lain, kondisi anak berkeringat perlu dikonsultasikan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *