Si Kecil Tidur Kok Keringatan Bagian 2

sat-jakarta.com – Jadi diperlukan pemantauan oleh orangtua apakah anaknya yang berkeringat saat tidur itu disertai dengan keluhan lain, seperti: nafsu makan kurang, berat badan sulit naik, anak lemah, pucat, demam lebih dari 2 minggu, batuk lama lebih dari 3 minggu, atau apakah anak sedang mengonsumsi obat? Keringat berlebih di sekujur tubuh bisa disebabkan oleh penyakit neurologis atau keganasan, penyakit metabolik (hipertiroid, diabetes mellitus, hipoglikemi), demam, penyakit hodgkin, ataupun tuberkulosis (keringat berlebihan di malam hari).

Bisa juga hal ini terjadi karena pengaruh obat. Penggunaan obat-obatan tertentu (seperti: propranolol, physostigmine, pilocarpine, antidepresan) dapat berpengaruh terhadap komponen-komponen termoregulasi tubuh sehingga memicu timbulnya keringat. Intinya, jika orangtua menemukan anaknya yang seperti ini dengan kondisikondisi yang saya jelaskan tadi, baiknya periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan apa, jika mendapati laporan dari orangtua seperti itu?

Untuk menegakkan diagnosis perlu dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, seperti:

  • Fungsi tiroid, untuk memastikan ada tidaknya penyakit hipertiroid atau tirotoksikosis.
  • Kadar gula darah, untuk menegakkan penyakit diabetes mellitus atau hipoglikemia.
  • Tes PPD (A purifed protein derivative) untuk skrining terhadap penyakit tuberkulosis.
  • Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan foto rontgen untuk melihat apakah ada penyakit keganasan. Bermimpi juga bisa menyebabkan kita berkeringat, bagaimana dengan anak-anak? Tidak semua anak yang bermimpi akan berkeringat berlebih. Hanya mimpi yang menimbulkan ketakutan, kecemasan, atau mimpi melakukan aktivitas berat. Itu yang biasanya menyebabkan peningkatan energi sehingga kelenjar keringat bekerja meski di saat anak sedang tidur.

Bagaimana dengan anak kurang gizi yang tidurnya berkeringat juga? Pada anak dengan gizi kurang, umumnya memang akan mengeluarkan keringat secara berlebihan. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan makanan yang mengandung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh untuk tumbuh dan berkembang, sehingga untuk mencukupi kebutuhannya, tubuh harus meningkatkan metabolisme lebih keras.

Tubuh anak dengan gizi kurang harus mengambil energi yang tersimpan dalam otot. Sebab, energi yang seharusnya tercukupi dari makanan, terutama lemak, tidak mereka dapatkan. Hal ini mengakibatkan panas tubuh meningkat, sehingga memicu pengeluaran keringat yang berlebihan. Anak alergi juga tidurnya suka berkeringat ya, Dok? Memang benar anak yang mempunyai riwayat alergi, terutama di kulit, umumnya mudah berkeringat.

Hal ini disebabkan kondisi tubuh mereka lebih sensitif terhadap cuaca panas. Cuaca panas dapat memicu kelenjar keringat untuk bekerja lebih aktif, sehingga keringat yang dikeluarkan lebih banyak. Kulit pada anak yang sensitif juga mudah bereaksi dan berkembang menjadi merah-merah atau biasa disebut biang keringat. Tapi hal tersebut dapat dicegah dengan cara menjauhkan anak dari paparan lingkungan yang panas dan mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *