Inilah Jenis Resiko Investasi Saham Pada Pasar Modal

Investasi saham sepertinya sudah semakin berkembang dan menjadi semakin banyak saja di negara ini. Bahkan tidak jarang ada orang yang berinvestasi saham dengan nilai milyaran hingga triliunan jumlah angkanya. Hal ini bisa di anggap wajar saja sebab hasil yang di berikan oleh investasi bukan hanya sekedar janji belaka namun sudah terbukti nyata keuntungannya.

Sebagian besar orang berinvestasi dengan harapan agar nanti ketika sudah berumur dan mengambil pensiun maka ia akan tetap memiliki penghasilan. Penghasilan orang yang sudah pensiun namun tetap berinvestasi adalah dari perkembangan saham yang ia tanam tadi. Bagi Anda yang ingin berinvestasi atau masih bingung mau berinvestasi maka Anda bisa menggunakan layanan kami.

Jenis Resiko Investasi Saham Di Pasar Modal

Keuntungan yang akan Anda dapatkan dari investasi saham buka berarti tidak mengandung resiko sama sekali. Meskipun investasi terlihat mudah namun ada resiko yang cukup tinggi yang akan Anda dapatkan jika berinvestasi. Namun resiko ini bisa di bilang setara dengan keuntungan yang akan Anda dapatkan dari investasi tersebut. Adapun resiko investasi saham di pasar modal adalah:

1. Systematic risk

Systematic risk juga sering di sebut sebagai resiko investasi saham pasar. Sebab resiko ini terjadi sesuai dengan perubahan yang ada di pasar saham. Biasanya jika pasar saham sedang meningkat maka resiko akan mengecil sedangkan jika nilai pasar saham turun maka systematic risk ini akan meningkat. Adapun beberapa penyebab dari systematic risk adalah sebagai berikut ini.

A. Resiko inflas

Resiko inflasi adalah sebuah resiko yang akan berakibat pada pengurangan daya beli uang. Dimana jika keuntungan yang Anda dapatkan di kurangi oleh inflasi ini maka hasil yang akan Anda dapatkan juga berkurang. Biasanya pengurangan ini sesuai dengan jumlah dana inflasi yang terjadi di dalam pasar saham.

B. Resiko nilai tukar mata uang (kurs)

Nilai tukar mata uang sering kali berubah. Seperti yang terjadi baru-baru ini dimana nilai tukar mata uang dolar semakin tinggi yang menyebabkan nilai tukar rupiah semakin rendah saja. Perubahan nilai tukar mata uang atau yang sering di sebut kurs ini juga bisa menjadi resiko dari investasi saham yang Anda lakukan.

C. Resiko tingkat suku bunga

Harga saham juga memiliki resiko tingkat suku bunga. Dimana jika salah satu perusahaan publik menaikkan jumlah suku bunganya maka akan banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Akibatnya akan banyak orang pula yang menjual saham yang mereka miliki. Dan jika penjualan saham ini terjadi secara serentak atau bersamaan maka akan menyebabkan penurunan harga saham yang cukup signifikan. Sebab para penjual saham akan bersaing agar mereka bisa lebih cepat menjual saham yang mereka miliki dan membeli saham di perusahaan publik tadi.

2. Unsystematic risk

Jika systematic risk merupakan jenis resiko investasi saham yang sama sekali tidak bisa di minimalkan jumlahnya ataupun tingkat resikonya sedangkan jika unsystematic risk ini tingkat resiko bisa di minimalkan. Karena resiko satu ini berasal dari kondisi mikro yang ada di perusahaan. Sehingga jika perusahaan bisa mengatasi masalah yang terjadi maka tingkat resiko bisa lebih kecil.

Resiko yang memiliki nama lain diversible risk ini bisa di atasi atau di minimalkan tingkat resikonya dengan cara melakukan diversifikasi investadi di banyak tingkat sekuritas dengan cara pembentukan image atau portofolio perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *