Penjual Bunga Memanfaatkan Sistem Cloud

FlowerS never fail. Satu buket, bahkan sekuntum bunga bisa mengukir senyum di wajah penerima maupun pemberinya dan menuai kejutan menyenangkan. Bagi florist seperti Arena Flowers, tak mampu memenuhi pesanan pelanggan berarti ada senyum dan kejutan yang tertunda. Didirikan oleh William Wynne dan Steve France, Arena Flowers (Arena) menjajakan bunga dalam jaringan (daring) ke pasar Eropa dan Amerika Serikat melalui situs web ArenaFlowers.com, ArenaFleurs.com, dan beberapa situs web pemilik label terkenal.

Florist yang berbasis di Inggris ini juga memasok bunga ke beberapa mitra, seperti Moonpig.com dan ProFlowers. Arena menjual hanya bungabunga pilihan dari para pemasok di Inggris, Belanda, dan Afrika, serta para mitra pemasok lainnya di seluruh dunia. Kualitas produknya terjamin karena Arena tercatat sebagai anggota Fair Flowers Fair Plants, pemberi label standar ethical flower, dan diakreditasi sebagai Fairtrade UK Flower Supplier.

Penjualan Meningkat, Server Kewalahan

Setelah peluncuran perdana di tahun 2006, bisnis Arena Flowers tumbuh sangat pesat sehingga infrastruktur teknologinya tak lagi memadai. Awalnya, hal ini diatasi dengan memindahkan server ke penyedia layanan hosting. Hanya dalam waktu beberapa tahun, server-server Arena kembali kewalahan menangani kebutuhan bisnis. Saat itu perusahaan sedang mengembangkan API untuk terkoneksi dengan para mitranya dalam rangka melebarkan sayap bisnis. Keputusan menggunakan jasa hosting ternyata tidak menjawab tantangan pertumbuhan kapasitas komputasi. Permintaan pelanggan terus berdatangan, sementara perusahaan tidak bisa meningkatkan sumber daya sesuai kebutuhan. Skalabilitas merupakan hal kritis bagi Arena. Terutama menjelang hari-hari istimewa, seperti Valentine’s Day dan Mother’s Day, angka penjualannya bisa meningkat sampai 2000 persen. Untuk memenuhi permintaan itu, Arena harus menyiapkan gudang yang lebih besar dan mempekerjakan ratusan orang untuk menangani pesanan yang jumlahnya mencapai 2.500 sampai 5.000 pesanan per hari.

Dengan volume sebesar itu, perusahaan harus mampu melakukan scaling terhadap sumber daya komputasi ketika dibutuhkan. Semakin mudah scaling, akan semakin mudah pula bagi perusahaan untuk memfokuskan perhatian pada inti bisnisnya, yaitu mengirimkan bunga ke para pelanggannya di seluruh dunia. Arena mempunyai dua pilihan untuk mengatasi isu kapasitas tersebut, yaitu membeli server baru dengan kemampuan dan memori yang lebih besar, atau berpindah ke cloud. Setelah dihitunghitung, bila menggunakan jasa hosting, perusahaan harus mengeluarkan dana 30-45 persen lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Perusahaan memang membutuhkan skalabilitas dan fleksibilitas yang disertai dukungan teknis, namun harus dilakukan tanpa menguras banyak dana.

Implementasi Secara Bertahap

Arena Flowers menjatuhkan pilihan pada cloud computing dan memilih Amazon Web Services (AWS). Arena memilih strategi implementasi secara bertahap dalam cakupan kecil untuk memastikan seluruh sistem tetap berjalan dengan baik. Implementasi perdana dimulai dengan menempatkan Stock Management System internal di cloud AWS. Kesuksesan di migrasi perdana, perusahaan melakukan migrasi database ke Amazon Relational Database Service (Amazon RDS) for MySQL. Database ini bertugas menangani content dan rincian transaksi di situs web. Migrasi kedua juga berjalan tanpa kendala.

Bahkan menurut Arena Flowers, seperti dikutip dari situs web AWS.com, kinerja database meningkat jika dibandingkan dengan sebelumnya. Amazon RDS bertugas memproses permintaan dan pemesanan secara cepat dan andal. Ribuan request per menit harus ditangani RDS saat musim sibuk. Menurut Arena, RDS sangat vital bagi perusahaan karena Arena harus menangani berbagai read/write request setiap detiknya. Request tersebut bisa berupa pesanan di sisi front-end di situs web, permintaan update status pesanan via API dari mitra perusahaan, update produk yang akan habis stok, atau permintaan pelanggan untuk memeriksa status pesanannya. Dengan solusi hosting, Arena sebenarnya dapat menangani permintaan dalam volume yang sama besarnya. Namun cloud memungkinkan Arena menambah jumlah instances atau mesin virtual per aplikasi saat dibutuhkan. Sukses memindahkan dua aplikasi, Arena Flowers memutuskan untuk memigrasikan seluruh infrastrukturnya ke AWS. Berikutnya, perusahaan menempatkan aplikasi-aplikasi pada instance yang berbeda dan memindahkannya sekaligus ke cloud.

Pekerjaan Lebih Mudah

Setelah menggunakan sistem, pekerjaan jauh lebih murah daris sebulumnya. Sistem pemasaran, informasi stik barang, informasi barang kosong, informasi pesanan dan lainya tersimpan dengan rapi pada server cloud tersebut. Sekarang dirinya sudah memiliki waktu untuk bersantai dan biasanya digunakan memainkan poker di situs bandar poker terpercaya di Indonesia.