Semarang, Menjelajahi Keindahan Budaya dan Sejarah

Sebagai kota terbesar sekaligus ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang adalah kota yang ramah bagi wisatawan. Kota yang terletak di pesisir utara ini tawarkan sejumlah destinasi wisata menarik dan mengagumkan. Bagi saya Semarang merupakan kota kedua tidak cuman Jakarta, sebab Kota Semarang merupakan tempat lahir bapak saya dan lebih dari satu tahun yang lalu kami senantiasa mudik ke Kota Semarang ini dengan menggunakan travel jakarta semarang.

Yang namanya mudik berwisata di Kota Semarang berasa kurang, sebab banyak toko yang tutup, obyek wisata terhitung penuh wisatawan dan saya senantiasa berkunjung ke saudara-saudara untuk berlebaran. Saya niatkan berkunjung ke Kota Semarang tidak selagi musim mudik, tapi khusus hanya untuk berkunjung ke Kota Semarang dan lebih dari satu destinasi wisatanya.

Untuk menuju Semarang dari Jakarta tidak susah, mampu gunakan kendaraan privat maupun kereta api dan pesawat. Kebetulan saya berkunjung ke Semarang gunakan New Terios dari Jakarta. Tujuan ke sini mempunyai mobil sehingga banyak destinasi wisata mampu saya kunjungi.

Dari Jakarta menuju Semarang memakan selagi perjalanan darat 8 sampai 12 jam kalau jalur santai. Paling sedap sebetulnya lewat Jalur Pantura, sebab jalannya telah lebar. Ditambah lagi, banyak tempat jajanan yang mampu kami singgahi kalau sedang lapar.

Bagi yang pertama kali berkunjung ke Kota Semarang, inilah lebih dari satu obyek wisata yang kudu anda kunjungi. Kota Lama Bila Jakarta punya kawasan Kota Tua yang mengandung nilai histori yang penting, demikian terhitung bersama Semarang.

Di ibu kota Provinsi Jateng ini terkandung sebuah kawasan mirip yang dikenal bersama Kota Lama. Berada di kawasan utara kota, kawasan ini punya nilai historis yang tinggi berkenaan eksistensi Belanda di Indonesia. Di sini, wisatawan tetap mampu menjumpai sejumlah bangunan bergaya klasik yang sedap dipandang mata serta suasananya yang tenang.

Salah satu bangunan cagar budaya yang tetap berdiri di kawasan Kota Lama Semarang adalah Gereja Immanuel atau yang kondang bersama sebutan Gereja Blenduk. Dibangun pada 1753, gereja ini punya arsitektur neo klasik yang khas dan dipulas bersama warna putih.

Pilar-pilar serta menara yang berdiri di anggota depan gereja, atapnya yang berdesain setengah bola dan berwarna merah bata, berikut taman asri di sekitarnya, tingkatkan keanggunan gereja yang berada di bilangan Jalan Suprapto ini. Hingga kini, Gereja Blenduk tetap setia melayani umat Kristiani di kota Semarang dan sekitarnya yang idamkan menjalankan ibadah.

Selain Gereja Blenduk, terkandung pula sebuah bangunan cagar budaya lain yang kudu masuk di dalam daftar wisata. Terletak di pusat Kota Semarang, tepatnya di bilangan Jalan Pandanaran dan Pemuda, gedung berikut adalah Lawang Sewu.

Dibangun pada 1904, dahulu gedung megah bergaya art deco ini merupakan kantor Nederlandsch Indische Spoorweg (NIS) dengan sebutan lain kantor jawatan kereta api atau trem pemerintah Belanda. Tapi, namanya sesudah itu lebih dikenal bersama Lawang Sewu, mengingat banyaknya kuantitas pintu serta jendela pada bangunan berlantai tiga ini. Sempat kosong untuk lebih dari satu selagi lamanya, Lawang Sewu sesudah itu direstorasi dan diakses ulang untuk kunjungan wisatawan pada 2011.

Dengan wajahnya yang baru, gedung ini pun kini semakin mempercantik Kota Semarang sekaligus jadi ikon wisata. Sam Poo Kong Di sebelah barat daya Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simongan, terkandung sebuah bangunan mutlak yang berarti histori dan budaya yang terlampau tinggi.

Bangunan unik berikut didirikan sebagai penghormatan sekaligus untuk mengenang seorang laksamana besar kerajaan Tiongkok, yang sempat datang di Semarang di dalam ekspedisi damainya di Nusantara pada abad ke-15, yaitu Sam Po Tay Djien dengan sebutan lain Zeng He dengan sebutan lain Cheng Ho.

Bernama Sam Po Kong, kompleks bangunan ini terhitung kondang bersama nama Gedung Batu sebab terletak di atas bukit dan ada sebuah goa. Di kompleks ini terhitung terkandung sejumlah bangunan bergaya khas Tiongkok yang didominasi warna merah dan hijau.

Di tidak benar satu anggota bangunan ini tampat relief unik, yang melukiskan kisah perjalanan Sang Laksamana, selagi mengarungi samudra luas, dan persinggahannya di Semarang. Suasana Sam Poo Kong terlampau kental bersama nuansa Tionghoa.

Namun demikian pengunjung tempat ini terlampau beragam, baik suku maupun kepercayaan mereka. Kelenteng Sam Poo Kong mampu dicapai dari Bandara Ahmad Yani, bersama taksi, bersama selagi tempuh kira-kira 15 menit. Sedangkan misalnya bersama angkutan umum, wisatawan mampu gunakan bus jurusan Mangkang-Terminal Terboyo.

Sebagai kota terbesar di Jawa Tengah, Semarang terhubung bersama sejumlah kota besar di Jawa dan Indonesia, baik bersama moda transportasi udara, darat, maupun laut.

Untuk transportasi udara, hampir semua maskapai penerbangan nasional melayani penerbangan langsung ke Bandara Ahmad Yani, Semarang dari Jakarta menjadi Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, dan maskapai penerbangan lainnya.

Karena saya pergi mempunyai mobil New Terios dari Jakarta sampai Semarang saya mampu membahas bersama leluasa obyek wisata yang ada di Semarang. Pasalnya, setidaknya kudu 3 hari untuk berkunjung ke Semarang ini atau 4 hari kalau sudi puas.

Waktu 2 hari kami telah habiskan di perjalanan. Saya anjurkan untuk pulang dan pergi di selagi pagi hari, sebab pada selagi malam hari kebanyakan jalur pantura penuh bersama bus-bus malam dan truk yang menuju ke Jakarta.

Selain budaya, kuliner Semarang terhitung tidak kalah untuk dicoba, sebab Semarang punya oleh-oleh yang khas seperti Lumpia dan Bandeng Juwana. Sebagai destinasi wisata, Semarang merupakan kota yang lengkap untuk dikunjungi wisatawan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *