5 Tokoh Pendiri Startup Terkaya Di Indonesia Versi Majalah Globeasia

bisnis startup

Pada tahun 2018 lalu dirilisnya daftar 150 orang paling kaya di Indonesia dalam Majalah bisnis GlobeAsia. Adanya fakta menarik dalam daftar ini yang memang berbeda jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya, dimana dihadirkannya lima pendiri bisnis startup yang tergolong berusia muda mulai dari usia 30 hingga 42 tahun.

Startup yang mereka pimpin bisa dibilang besar dan sudah memiliki memiliki nilai valuasi yang mencapai angka 1 miliar dolar AS sehingga berhasil meraih gelar unicorn. Perusahaan rintisan yang dimaksud seperti ada Traveloka, Bukalapak, Gojek, dan juga Tokopedia.

Sedangkan untuk masalah kekayaan pribadinya, mereka memiliki harta rata rata diatas 100 juta dolar AS. Dan bahkan salah satu dari pengusaha Startup tersebut memiliki total kekayaan hingga 200 juta dolar AS. Lalu siapa saja para tokoh pendiri startup yang berhasil masuk kedalam daftar 150 orang paling kaya di Indonesia versi majalah GlobeAsia? 

Pendiri Startup Paling Kaya

bisnis startup
Source: www.goodnewsfromindonesia.id

Berikut dibawah ini 5 tokoh pendiri Startup paling kaya di Indonesia versi majalah GlobeAsia 2018 diantaranya yaitu : 

  • Patrick Walujo (Northstar Capital)

Patrick Walujo merupakan pendiri sekaligus direktur di Northstar Equity Partners (Northstar). Ini adalah sebuah perusahaan pengelola dana (Private Equity Firm) yang sudah menanamkan modalnya di beberapa perusahaan di Indonesia. Sebelum mendirikan Northstar Group pada tahun 2003, dulunya Patrick ini bekerja di sejumlah perusahaan seperti Goldman Sachs & Co dan Pacific Century Group. 

  • Ferry Unardi (Traveloka)

Ferry Unardi yang merupakan pendiri situs dan aplikasi Traveloka ini diusianya mudanya 30 tahun ditahun 2018 lalu sudah berhasil mengumpulkan total kekayaan sebesar 145 juta dolar AS atau sekitar Rp. 2 triliun.

Pria lulusan Harvard University ini pada tahun 2012 lalu bersama kedua temannya yaitu Derianto Kusuma dan Albert Zhang mendirikan Traveloka. Traveloka ini sendiri merupakan penyedia jasa pemesanan tiket secara online yang memiliki tujuan awal memudahkan orang saat akan mencari tiket pesawat terbang. 

  • William Tanuwijaya (Tokopedia)

William Tanuwijaya pada tahun 2009 lalu bersama seorang temannya yaitu Leontinus Alpha Edison mendirikan Tokopedia. Bisa dibilang perjalanan karir William Tanuwijaya ini cukup unik.

Pasalnya sang pengusaha sebelum dinyatakan lulus dari Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara, dirinya pernah bekerja sambilan sebagai operator di warung internet atau warnet. Selain itu juga ia sempat bekerja di berbagai perusahaan yang bergerak dalam industri pengembangan software.

William selaku CEO Tokopedia sudah berhasil mengumpulkan kekayaan dengan total hingga mencapai 130 juta dolar AS atau sekitar Rp. 1,88 triliun. 

  • Achmad Zaky (Bukalapak)

Pada tahun 2011 lalu, Achmad Zaky bersama seorang temannya yang bernama Nugroho Herucahyono merintis sebuah usaha penyedia layanan marketplace Bukalapak.

Saat itu, dirinya membaca peluang yang berpotensi untuk mengembangkan situs toko online yang sekarang ini dikenal dengan sebutan e-commerce. Berkat kejeliannya sekarang Bukalapak sudah berhasil menjelma menjadi salah satu startup di Indonesia yang meraih gelar unicorn. 

  • Nadiem Makarim (Go-Jek)

Nadiem Makarim sudah berhasil membawa perusahaan yang didirikannya pada tahun 2011 lalu untuk meraih sukses, hal tersebut terbukti dari Go-Jek perusahaan rintisannya sekarang menjadi salah satu startup yang berkembang pesat.

Sekarang Go-Jek tidak hanya melayani jasa transportasi saja, tetapi juga sudah merambah ke bidang yang lainnya dan menjadi layanan on-demand. Dan sekarang Go-Jek sudah berhasil menjadi perusahaan terbesar di Indonesia. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *