Enggak Mau Kalah Sama Teman Bagian 2

Anak merasa bahwa yang terpenting di dunia ini hanyalah dirinya, padahal teman sebayanya pun beranggapan demikian. Tak terelakkan lagi, masing-masing tidak mau kalah dan ingin menonjolkan diri.

Eksistensi Terancam

Cenderung menonjolkan diri dan “adu kuat” ini sering kali berujung pada memamerkan diri atau apa yang dimiliki. Seperti yang terjadi pada Karin dan Mita, ketika Karin merespons dengan hal yang menurut Mita membuat dirinya tak lagi penting, ia pun segera memunculkan mainan terbaru agar dirinya tetap penting. Sayangnya, Karin pun melakukan hal yang serupa. Ketika eksistensinya “terancam” ia pun memamerkan hal lain dari mainannya (yaitu mainan dari luar negeri).

Hal yang dipamerkan atau ditonjolkan anak memang seputar kepemilikan benda. Anak mungkin memamerkan pemberian orangtuanya misalnya mainan atau bepergian ke suatu tempat yang menurut anak cukup prestisius sebagai wujud dari kasih sayang orangtua kepada dirinya. Jika yang diajak atau yang diberikan mainan adalah orang lain, mungkin sepupu atau saudaranya, anak cenderung merasa dirinya dianggap tidak penting lagi oleh orangtuanya. Hal inilah yang kerap menimbulkan kemarahan atau kecemburuan.

Hal lain yang biasa dipamerkan anak adalah status keluarga, apabila di dalam keluarganya memang ia melihat contoh seperti itu. Atau, benda-benda milik orangtuanya. Tak jarang kita mendengar seorang prasekolah “memamerkan” kendaraan orangtuanya, “Papaku punya mobil baru, dong…” Menurut Iwan, “Kalau orangtuanya punya kecenderungan menunjukkan kelebihan, anak akan meniru, dan hal itu akan disampaikan kepada orang lain.”

Piala atau medali saat memenangkan perlombaan di sekolah juga dapat menjadi benda yang dipamerkan anak. Sebenarnya hal ini tidak dapat langsung diartikan sebagai sikap sombong atau suka pamer, tetapi menunjukkan kemampuan egosentris dimana anak ingin tetap menonjolkan dirinya “lebih” dari yang lain.

Memiliki keterampilan berbahasa sangatlah penting di jaman sekarang ini. Karena kemampuan itu dapat berguna dimana saja bahkan di luar negeri. Salah satu bahasa yang bisa berguna adalah bahasa Jerman. Agar anak memiliki keterampilan bahasa Jerman, berikan ia pelatihan di tempat les bahasa Jerman terpercaya di Tangerang. Karena di sana sudah memiliki ijin resmi dan bersertifikat dengan para guru yang berkompeten di dibidangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *