Enggak Mau Kalah Sama Teman Bagian 1

Sore itu di depan rumah, Astri melihat anaknya Karin sedang beradu mulut dengan temannya, Mita. Awalnya, Mita bercerita bahwa ia punya mainan baru. Karin pun tak mau kalah, menunjukkan mainannya yang terbaru. Bukannya berhenti sampai di situ, Mita justru menunjukkan mainannya yang lebih mahal harganya. Karin pun membalas dengan menunjukkan mainan yang dibelikan tantenya ketika bertugas ke Australia. “Mainanku dari luar negeri, lo…” ujarnya bersemangat. Astri pun geleng-geleng kepala. Mengapa begini, ya?

Akulah Dunia

Pada anak usia prasekolah, hal ini memang kerap terjadi. Saat si kecil mulai berteman, mulai timbul gesekan-gesekan. Marahan, berkelahi, rebutan, dan seterusnya. Tidak mau kalah adalah salah satunya. Memang tampak mengganggu dan mengkhawatirkan. Tetapi sesungguhnya kondisi ini adalah bagian dari perkembangan sosial seorang anak.

“Pada usia dini dan prasekolah, perkembangan sosial anak masih lebih mengarah pada diri sendiri,” tutur Iwan W. Widayat, M.Psi, psikolog dari Universitas Airlangga Surabaya. Anak sudah menyadari keberadaan orang lain, tetapi belum menyadari kaitan dirinya dengan orang lain. “Hingga usia sekitar 7 tahun, anak masih egosentris. Apa pun diarahkan atau dikaitkan dengan diri sendiri, seolah ia adalah pusat kegiatan di lingkungan sekitarnya,” ujar Iwan.

Dampaknya, saat berinteraksi dengan orang lain anak pun ingin menunjukkan apa yang dia miliki dan apa yang dilakukan. Jangan heran bila si kecil berkata kepada kakeknya, “Aku sudah bisa minum vitamin sendiri…” Hal itu ia lakukan karena yang ia pahami adalah dirinya sebagai pusat perhatian dan penting baginya untuk mempertahankan perhatian dari lingkungan sekitarnya. Masalah timbul ketika bermain dengan teman-teman sebaya, dimana semuanya samasama masih egosentris.

Agar si kecil memiliki bekal keterampilan berbagai bahasa, tentunya Bunda harus memberikannya les tambahan berbahasa asing. Agar bermanfaat dikemudian hari di era globalisasi sekarang ini. Salah satu bahasa asing yang bermanfaat adalah bahasa Jerman, sehingga sangat penting untuk Bunda memberikan anak tambahan pelajaran di lembaga kursus bahasa Jerman terpercaya di Bandung. Karena, disana para pelatih sangat profesional dan sudah bersertifikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *