Alasan Si Kecil Suka Menggigit

Apakah Mama Papa pernah merasakan gigitan si batita? Saat kita sedang asyik menonton teve, tiba-tiba ouch… ia menggigit punggung kita dari belakang. Uh, sakit sekali…Tapi biar bagaimana pun sakitnya, tahan emosi untuk tidak memarahinya. Alasan si batita menggigit, tak seperti orang dewasa yang umumnya ingin menyakiti. Pada usia 1—3, perilaku menggigit pada anak punya alasan-alasan unik yang kerap mengundang senyum. Apa saja sih alasan itu?

  1. Tengah melakukan eksplorasi. Eksplorasi yang dilakukan batita akan melibatkan segenap anggota tubuh, termasuk panca indranya. Nah, menggigit, menjilat, memakan merupakan salah satu cara eksplorasi oral buah hati. Kalau tiba-tiba si kecil menggigit Mama, ia sebenarnya hanya ingin tahu bagaimana sih” rasa” Mama sebagai orang terdekatnya. Begitu juga saat ia menggigit mainan, menggigit kuku, dan sebagainya. Ia ingin tahu “rasa” dari itu semua. Lucu banget ya? Jadi, menggigit di masa batita merupakan sebuah perkembangan yang wajar. Seiring bertambahnya usia, perilaku ini akan hilang sendiri, kok. Namun tentu demi menjaga keamanan si kecil pada masa eksplorasinya ini, ia harus selalu berada dalam pengawasan orang dewasa. Perhatikan mainanmainannya yang berukuran kecil. Ingat, si batita cenderung akan memasukkannya ke dalam mulut.
  1. Meniru. Pernahkah Mama gemas pada si kecil dan pura-pura menggigit kulitnya yang halus? Tanpa sadar, perilaku Mama ini bisa ditiru si batita. Kalau maksud kita cuma bercanda, maksud buah hati adalah meniru. Masalahnya “hanya” satu, ia belum tahu mana gigitan yang bisa menyakiti orang lain dan mana yang tidak. Lantaran itu, gigitannya sering kali membuat si korban sampai berteriak-teriak kesakitan.
  2. Membela diri. Bila si batita merasa disakiti/ tersakiti, ia bisa membela diri dengan menggigit. Jadi, menggigit bisa menjadi indikasi si kecil yang menunjukkan kekuatannya.
  3. Cara berkomunikasi. Batita yang masih dalam proses belajar berbahasa memiliki kemampuan bicara yang masih terbatas. Menggigit bisa sebagai caranya mengomunikasikan bahwa ia sedang mencari perhatian, minta pertolongan, merasa kesakitan, marah, dan sebagainya.
  4. Belajar sebab-akibat. Batita sedang belajar tentang sebab akibat. Ia menunggu respons orang lain. Pada saat menggigit apa kira-kira respons lingkungannya. Dari sinilah ia bisa belajar perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukannya.
  5. Tumbuh gigi. Menggigit bisa juga sebagai reaksi rasa ketidaknyamanan karena ia sedang tumbuh gigi.

Untuk anak yang akan mengikuti tes TOEFL berikan ia pelatihan di kursus TOEFL IBT Jakarta terbaik agar mendapatkan angka bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *