Cerdas Dengan Saluran Cerna Sehat

generasimaju.com – Berbagai penelitian menyatakan, saluran cerna yang sehat terkait dengan tingkat kecerdasan anak. Jadi, untuk menciptakan anak yang cerdas, perhatikan kesehatan saluran cernanya. Hal ini terungkap dalam acara diskusi yang bertema “Gut-Brain Axis: Pencernaan Sehat Awal si Kecil Cerdas,” yang diselenggarakan di Jakarta (03/04). Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc. dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menjadi pembicara menganjurkan, ibu perlu memberikan ASI eksklusif pada bayi. “ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, selain kandungan nutrisinya lengkap juga mudah dicerna,” kata Tati sapaan akrabnya.

Apalagi di usia ini kemampuan daya cerna bayi masih sangat lemah sehingga ia butuh nutrisi yang mudah dicerna. Itulah kenapa jika bayi diberikan ASI, kondisi pencernaannya akan lebih sehat, ASI juga mengandung komponen untuk mendukung daya tahan tubuh yang mendukung kesehatan saluran cerna. Dokter. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), dari Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya, mendukung pernyataan Tati. “Saluran cerna yang sehat membuat anak mampu menyerap nutrisi secara optimal, pertumbuhan otak pun lebih optimal.

Penting diperhatikan. Di usia 2 tahun, anak sudah memiliki 80% otak orang dewasa, di usia 6 tahun sudah memiliki 95% otak orang dewasa. Karena itu, 6 tahun pertama kehidupan merupakan periode yang menentukan keberhasilan tumbuh kembang anak,” ungkapnya. Tak hanya makanan, kondisi psikis pun bisa memengaruhi kesehatan pencernaan. “Anak membutuhkan suasana makan yang menyenangkan.

Jika dilakukan dengan penuh tekanan, anak dapat menjadi stres,” jelas Rini Hildayani M.Si., psikolog anak dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Stres akan mengganggu pola makan anak sehingga fungsi pencernaannya pun terganggu. Karena itu kita perlu menerapkan suasana makan yang menyenangkan. Selain itu, menghindari penyebab stres lain pun perlu dilakukan sehingga pola makan anak tetap sehat.

Apakah Hyperhidrosis Itu?

Sebenarnya hyperhidrosis hanya sebuah istilah yang artinya “keringat berlebihan”. Hyperhidrosis bukan sebuah diagnosis penyakit atau kelainan tubuh. Berkeringat adalah respons tubuh dalam mengatur termoregulasi agar suhu tubuh selalu dalam kondisi normal. Jadi, tidak semua hyperhidrosis berarti tidak normal atau menunjukkan suatu penyakit. Meski dalam kondisi anak tidur sekalipun, itu bisa merupakan reaksi tubuh yang normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *