Anak Harus Tidur Terpisah dengan Orang Tua, Mengapa?

Kehadiran seorang anak menjadi anugerah terindah dalam pernikahan. Di Indonesia, seringkali kita melihat seorang anak yang tidur bersama orang tua, terutama bagi mereka yang masih bayi. Padahal, terkadang orang tua juga membutuhkan adegan ranjang suami istri yang seharusnya anak tidak mengetahuinya.

Sebaiknya, anak memiliki kamar sendiri ketika mereka sudah bisa berbicara dan berjalan. Beberapa orang tua mungkin masih tidak tega untuk meninggalkan anak seorang diri di kamar. Berikut ini alasan mengapa anak harus tidur terpisah?

  • Mengajarkan kemandirian pada anak

Kemandirian haruslah dilatih sejak dini agar anak nantinya tidak terus bergantung pada orang lain. Salah satu cara untuk bisa mengajarkan kemandirian pada anak adalah memberikan tempat tidur sendiri bagi anak. Dengan demikian, anak bisa melatih diri untuk tidur sendiri, bangun sendiri, menata tempat tidur dan lainnya.

Meskipun anak belum bisa melakukan hal-hal di atas, tapi dengan tidur sendiri di kamar saja sudah mengajarkan kepada anak pentingnya kemandirian. Nantinya, diharapkan anak lebih mudah untuk diajarkan sebagai pribadi yang mandiri ketika dewasa.

  • Anak memiliki ruang pribadi untuk berekspresi

Alasan lainnya mengapa kita perlu membuatkan kamar sendiri untuk anak adalah untuk memberikan ruang pada anak secara pribadi. Biasanya, masa anak adalah masa dimana mereka akan berekspresi dan suka bermain-main. Pastinya Anda tidak ingin jika anak Anda tiba-tiba bermain make up atau ponsel yang tergeletak di kamar.

Dengan memberikan kamar tidur sendiri, Anda bisa menyertakan mainan atau barang-barang yang dibutuhkan oleh buah hati. Jadi, ketika anak ingin bermain, mereka bisa bermain dengan barang yang memang seharusnya untuk dimainkan. Anak akan lebih suka karena mereka bisa bebas beraktivitas ketika berada di kamar.

  • Memberikan ruang bagi orang tua untuk berhubungan

Inilah alasan yang paling utama mengapa anak harus memiliki kamar sendiri dan tidak bergabung dengan orang tua. Meskipun sudah memiliki anak, orang tua pastinya membutuhkan waktu tersendiri untuk berduaan atau melakukan adegan ranjang suami istri. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan ketika anak tidur bersama.

Selain untuk keperluan orang tuan, kebiasaan ini juga berfungsi untuk anak agar mereka tidak mendengar atau bahkan melihat apa yang seharusnya tidak dilihat. Mengingat usia mereka yang masih kecil dan belum mengerti, hal ini bisa menimbulak masa traumatis bagi anak mengenai hubungan suami istri.

Kebiasaan tidur terpisah dari orang tua, sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat di luar negeri. Tidak ada salahnya jika kita mulai melakukan kebiasaan ini jika memang memberikan manfaat dan sesuai dengan kebutuhan kita. Namun, kita juga harus mempertimbangkan banyak hal sebelum mengaplikasikannya.

Orang tua yang membutuhkan adegan ranjang suami istri tentunya harus memisahkan ruang tidur antara anak dengan orang tua. Hal ini bisa menjadi salah satu bentuk pola asuh yang baik untuk kemandirian anak. Untuk informasi lain yang juga bermanfaat, Anda bisa mengunjungi orami.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *